Rasa
Getar itu ada lagi menyelusup lambat
Pelan; mengendap layakya mengintai
menyergap kesadaran imajiku tentangnya
mengisi kehadiran yang selalu
; hadir dengan ketidakhadiran
Berpegang pada dinding-dinding nurani
tegarkah? sesaat diam, tenang
Kesadaranku termakan sudah bulat-bulat
imajiku melayang nakal terbang bermanuver
menukik dan akhirnya terperangkap
terjerembab
Popularity: 3% [?]





2 Comments so far ...
kena angin apa nich..blog puisi yach..
kek..kek..k..
Mungkin lagi kasmaran lagi kali yak. Udah punya ZAujatul uulaa mau yang zaujatuts tsaniyah, tsalitsah, robi’ah.