Iron Man si Manusia Besi

Iron ManWeekend ini akhirnya kesampain juga nonton Iron Man sama keluarga. Terutama si kecil yang sudah nggak sabar, trailer Iron Man di youtube -dibaca ama junior yo-u-tu-be- pun direplay berulang-ulang. Seperti nggak ada bosennya untuk melihat aksi Iron Man walaupun sekilas sahaja.

Disini saya nggak akan bahas bagaimana film Iron Man. Karena itu pasti udah banyak yang mereview dan menuliskannya bahkan pasti sudah anda baca. :)
Lagipula ini film khan udah lumayan lama beredar, hanya karena lain suatu hal kami telat menontonnya.

Yang pasti selama pertunjukkan, junior yang baru mo 5 tahun juni nanti tidak berkedip sama sekali :), hal ini terjadi juga saat film pertamanya nonton di studio 21 yaitu Transformer. Nah, hanya saja perlu sedikit sensor di beberapa bagian saat Tony Stark ‘beraksi’ dengan perempuan yaitu dengan menutupi matanya.

Film ini seru apalagi dengan effect yang canggih saat tubuh Tony Stark diselubungi Iron Man. Warna kostum Iron Man keren habis dengan kombinasi warna merah dan emas. Dan yang paling keren itu arc reactor-nya, dimana reactor mini ini dapat menghasilkan energi sendiri untuk menghambat serpihan bom masuk ke jantung Tony Stark.
Coba bayangkan jika reactor tersebut dapat dibikin dengan lebih besar dan dipasang sebagai pembangkit listrik PLN yang selalu defisit. Maka tak ada lagi pemadaman bergilir.

Kembali lagi ke Iron Man, Sepertinya film ini menunjukkan bahwa ’senjata’ itu hanya alat. Dan karenanya ’senjata’ itu pun bisa ‘makan’ tuannya. Persis saat penyerbuan kelompok The Ten Rings ke konvoy Tony Stark disitu ada rudal dengan nama ‘Stark Industries’ yang mana rudal ini diproduksi oleh Tony Stark dan akhirnya mengenai tubuh Tony.

Dan akhirnya seperti sudah dapat ditebak sejak awal film, Iron Man lah yang menang dengan musuh terakhir si Iron Monger. Hanya saja aksi-aksi menegangkan di film ini kurang, Kalah habis oleh aksi-aksi di film Transformer. Atau karena kalah banyak jumlah robotnya? :)

Satu yang bisa ditanamkan ke junior adalah, saat Tony Stark merancang ulang Iron Man. Disitu digambarkan bagaimana sebuah project Iron Man dapat divisualisasikan secara 3 dimensi oleh Travis si komputer. Begitu realistis penggambarannya bahkan bisa langsung digunakan dan pas dengan tangan Tony Stark. Disini saya tanamkan ke junior, bahwa untuk menjadi seperti itu harus banyak belajar. Entah dia mengerti atau tidak, yang pasti saat itu dia mengangguk.

Akhirnya film pun usai, dan satu lagi kejutan yang diberikan junior adalah dia tidak mau digendong untuk keluar dari gedung studio 21. Dia mau jalan sendiri seperti Iron Man :)

Nice to meet you Iron Man, We hope you have sequel for Iron Man 2.

Note: Tony Stark ngaku kalau dia adalah Iron Man. Tidak sama dengan Superman ataupun Batman.

  • Manfaat Beras

  • RT/RW Net Marchelia Kembali Bekerja

  • Popularity: 2% [?]

    Posted on May 18, 2008 | 1 Comment | Filed under : Batam, Event, Film, Jalan-jalan, Marvel, Movie

    One Comment so far ...

    Gue juga ngaku koq kalo gue bukan Iron Man, apalagi Superman dan Batman :)

    Tigiss last blog post..Smallville (and Ms. Erica Durance)

    Comment on May 18, 2008 05:24 pm
    (required)
    (will not be published) (required)
    (opitional)