Posted on
December 06, 2007 by
Eko Prasetyo
Hari ini sepertinya Tuhan memberiku peringatan. ‘Lebih Hati-hati di jalan’.
Sebenernya sih klo udah pamitan ama istri dan junior, dijalan bawaannya udah pake status AWAS.
Makanya sempet posting beberapa titik rawan kecelakaan di blog. Tapi kadang manusia terlupa. J
Nah kali ini, pas disimpang kara ketika lampu merah menyala. Seperti biasa kalo naek sepeda motor meliuk
Kanan dan kiri untuk dapet posisi sedekat mungkin ke lampu merah -untuk nantinya tancap gas-. Gak seperti biasanya –mungkin karena hujan-
Motor masih lumayan kenceng lalu ambil kiri untuk melewati metro trans. Dan tiba-2 pintu penumpang metro trans dibuka, hampir saja aku nabrak pintunya. Jantung langsung mo copot. Perasaan ngeri terbayangkan.
Lihat kebelakang lewat spion untuk tahu siapa gerangan yang tadi buka pintu, ternyata pintunya gak jadi dibuka. Ditutup lagi rapat-rapat.
Entah merasa bersalah atau juga takut membayangkan yang terjadi.
Akhirnya simpang kara terlewati.
Lalu seperti tidak ada kejadian apa-2 aku pacu karisma dan setelah 50 meter dari simpang kara secara gamblang aku lihat pengendara motor
Menabrak mobil sedan dari belakang. Dia sendirian dan cowok. Dia jatuh.
Kulihat dia tidak apa-2 dan sigap berdiri walopun terpincang dengan meninggalkan sepeda motornya di tengah jalan sambil mencoba mengejar mobil sedan yang ternyata berhenti. Aku berhenti dan membantu untuk memindahkan motornya ke pinggir jalan. Sambil teringat kalau ditempat inilah dulu aku pernah adu kuat dengan aspal. Terdengar kalimat ‘terimakasih’.
Kudengar dia bicara ‘kau ngerem mendadak’ dengan nada tinggi. Lalu terlihat si pengemudi sedan turun lalu menghampirinya.
Pengemudi sedan itu cowok keturunan tonghoa.
Setelah kuanggap semua oke-2 saja, aku pacu lagi karisma sambil melewati sedan tersebut dan melirik plat nomornya..BM2555XD..corolla
Flu (lagi)
Kita bicara Flu lagi nih. Ku kira pada pagi hari ini akan berkurang flu-nya, ternyata masih aja flu ...
Menajamkan Gunting Tumpul
Gunting yang tumpul pasti tak enak digunakan. Bahkan membuat kesal dan sakit di tangan. Tapi jangan ...
Popularity: 4% [?]
Category
Batam, Daily, Jalan-jalan, Kepri, Mobil, Motor, kanan, kiri
Posted on
December 03, 2007 by
Eko Prasetyo
Disiplin pengedara kendaraan di Batam ini sepertinya makin lama makin bobrok aja. Ini pengamatan pribadi lho terutama kedisiplinan untuk mematuhi rambu lalu lintas lampu merah, kuning dan hijau. Dan sebagai tempat pengamatan dan perbandingan adalah simpang lampu merah di simpang poltek (dulunya simpang frankie), simpang kara, simpang kabil dan simpang panbil.
Kesemua simpang tersebut diatas yang paling sering dilalui setiap hari saat mo berangkat dan tentunya juga pulang kerja.
Dari kesemua simpang tersebut, yang paling parah di simpang poltek. Seringkali kendaraan dan mayoritasnya sepeda motor nyelonong gitu aja dari arah simpang kara belok kanan ke kawasan industri hijrah/walakaka padahal itu lampu merah menyala dengan terangnya.
Yang aku herankan adalah apakah gak mikir nanti dari arah berlawanan yang notabene berlampu hijau akan lewat. Dan tentunya tabrakan akan terjadi. Juga dari arah kawasan industri hijrah/walakaka lurus ke arah perumahan anggrek sari, disini pengendara motornya lebih total dalam menerobos lampu merah.
Setelah diamati, ternyata dari kesemua simpang tersebut hanya simpang poltek yang tidak ada pos polisinya. Tapi mosok disiplin harus ada polisi dulu?, Kalo orang Jawa bilang mbok ya idep-idep demi keselamatan pribadi di jalan dan tentunya keselamatan orang lain juga setidaknya patuh dikit ama lampu lalu-lintas. Lampu itu khan buat ngatur kita di jalan bukan hiasan waktu tahun baru.
Jadi berhati-hatilah kalau melintas di simpang poltek. Walaupun sudah dapat signal lampu hijau, harus lihat depannya juga jangan-jangan ada yang mau ngadu motor/mobil.
Kalau sudah begini siapa yang rugi?
Sebelum Cahaya
Letto sebagai band masih merupakan fenomena walaupun banyak bermunculan band-band baru. Terlepas dar...
Popularity: 5% [?]
Tags: BatamMobilMotorPoltek BatamSimpang
Category
Batam, Daily, Event, Jalan-jalan, Kampung, Kepri, Mobil, Motor