My Journal | My Journey

My Journey | My Journal


Archive for the ‘Windows’


Generic Host Process for Win32 Services Error 1

Posted on June 17, 2008 by Eko Prasetyo

WindowsSaat browsing dengan windows tiba-tiba saja muncul pesan Generic Host Process for Win32 Services Error . Lalu koneksi internet terputus dan hanya bisa kembali akses internet dengan merestart komputer. Tapi hal ini sangat menjengkelkan jika frekuensi error ini muncul terus. Dan tidak mungkin selalu merestart komputer, terus terang saja ini sungguh-sungguh menjengkelkan.

Menurut informasi yang ada di situsnya yang buat, error ini akan muncul di Windows Service Pack SP jka di dalam Windows Service Pack SP 2 tersebut sudah terdapat update untuk sekurity 873333 (MS05-012).
Read the rest of this entry →

  • How to Enable and Disable Ubuntu Root Password

  • HDD error

    22:50...

  • Popularity: 4% [?]

    Toshiba M700-110 8

    Posted on May 28, 2008 by Eko Prasetyo

    toshibaSince the Tablet PC (with a capital ‘T’) appeared in 2002, we’ve seen various ‘slate’ models come and go - but perhaps the more interesting version is the ‘convertible’, which can serve as a regular laptop or as a tablet PC. The Toshiba M700-110 is just such a beast, a well-specified tablet laptop that is relatively low in weight, powerful for business tasks and possessing good battery life.

    With the Toshiba M700-110 used as a regular laptop, we find the usual complement of features we expect of a modern portable, including 802.11 networking (a, b, g and draft n), a dual-layer DVD-writing optical drive, Bluetooth and 5-in-1 card reader. Powering all this is an Intel Core 2 Duo processor clocked at 2GHz, supported by 2GB of RAM and a 120GB hard drive.

    The screen is a 12in widescreen display, 1280×800, driven by an integrated graphics card - so many 3D games are essentially off limits. Not that that should be a problem for a machine that’s well-tuned to the needs of business users. Windows Vista Business is the OS of choice here, and other features include a fingerprint reader and hard disk lock encryption to keep data safe in the event of loss.

    For use as a normal folding laptop, we find a small trackpad with two recessed mouse buttons, making this interface less ergonomic than we’d like for daily use. The screen also suffers a little from being a touchscreen type, leaving it mildly occluded and soft-focus by the extra layer of touch-sensitive clear film.

    To convert the Toshiba M700-110 to tablet use, you simply set the screen to the vertical, rotate it by 180 dgrees, then lay it flat against the body. Onboard sensors mean it will sense if it’s being carried in landscape or portrait mode.
    Read the rest of this entry →

    Popularity: 18% [?]

    Linux vs Windows..sampe kapan? 4

    Posted on September 26, 2007 by Eko Prasetyo

    Seru sekali perbincangan di email internal kerjaan antara windows vs Linux. Bahkan ada yang menyebut perbincangan tersebut sebagai debat. Dan tentunya di pihak Linux -menurut mereka- adalah diriku.

    Saya tidak mengelak jika dikatakan berada disisi Linux, karena keseharian di rumah -kecuali di tempat kerja- selalu menggunakan Linux. Sebagai gambaran, di rumah ada 3 komputer;

    - 1 Laptop Acer Aspire 3684 dengan Ubuntu Muslim Edition didalamnya -based on ubuntu feisty fawn-

    - 1 desktop Acer P3/HDD 20GB/RAM 352Mb

    - 1 server PC rakitan P3/1.2G HDD/196Mb RAM

    dan juga ada wireless router WRT54GL yang tentunya firmware didalamnya sudah diganti dengan firmware dari dd-wrt.com.

    Nah dengan kombinasi tersebut diatas, tentu tanpa dianalisa lebih lanjut maka saya ini adalah pengguna Linux. Yup…bener pengguna Linux rumahan tepatnya.

    Semua anggota keluarga menggunakan Linux termasuk anak dan istri, dan Linux tidak membuat mereka bingung. Bahkan si kecil selalu ingin memainkan Gcompriz dan RPG game Nexuiz.

    Kembali lagi ke imel kerjaan. Pada awalnya saya hanya menawarkan untuk menggunakan Linux dan tentunya dengan embel-embel ‘jika diterima alhamdulillah, jika tidak diterima juga tidak apa-apa’. Disini saya nothing to loose. Pilihan ada di tangan mereka masing-masing. Saya hanya memberitahu kalau ada alternatif lain selain Windows. Dan tentunya itu Free.

    Free disini juga sudah saya jelaskan klo itu tidak sama dengan GRATIS. Free disini adalah;

    - Free to use

    - Free to modify

    - Free to distribute

    tetapi karena sudah kadung FREE itu GRATIS, jadi maunya semua gratis.

    Dimulai dari minta pelatihan gratis, workshop gratis sampe CD pun gratis. bahkan klo bisa dianter ke rumah :(.

    Wah..wah.. kalau kondisinya seperti ini lebih baik saya mundur. Seperti kata orang bilang ‘tak ada makan siang gratis’. Diawalpun saya telah menawarkan beberapa koleksi distro linux saya untuk di copy. Bahkan jika butuh 1-2 CD kosong untuk meng-copy, bisa saya berikan dengan cuma-cuma asal mereka ke rumah tentunya. Masak saya harus bawa semua koleksi distro saya ke tempat kerja dan disebar mirip selebaran promosi MLM?

    Saya sih ketawa aja. Tapi 1 hal saya dapet. Ternyata masih harus bekerja keras untuk mengenalkan Linux ke temen-2 kerja. Walopun sudah beberapa kali saya berikan gratis CD Linux Ubuntu yang saya dapat dari shipit.

    Tapi tidak semuanya seperti diatas, sudah ada beberapa temen yang mau beralih ke linux.

    Juga dengan kejadian tsb diatas tidak membuat saya berhenti untuk selalu membantu dan memberikan saran jika diperlukan.

    Saya jadi teringat kembali dengan ‘niat baik belum tentu hasilnya baik, niat jelek sudah pasti hasilnya jelek’

  • Speedy Down

  • Dell Mini Inspiron Laptop

  • Popularity: 7% [?]

    Installing Windows XP on Acer Aspire 4720 69

    Posted on September 08, 2007 by Eko Prasetyo

    Kemaren tiba-2 aja temen dateng dengan wajah yang sedikit kelelahan. Langsung nanyain ’sibuk ga?, ada waktu ga?’. Aku sih bilangnya ‘ya ada’ aja, tapi itu udah ninggalin kerjaan ngecat rumah :).

    Seelah tanya lebih detil ke dia, ternyata dia ada sedikit masalah. Yaitu Lapto yang baru dibelinya terinstall Windows Vista dan mau minta tolong diinstall ke windows XP. Lha terus dengan asumsi semua laptop bisa diinstallin XP, aku saranin dia install aja sendiri (maklum udah lama gak nginstall barang ginian).

    Eh ternyata dia bilang, klo orang toko yang jual udah coba install XP ke laptopnya tapi gagal dimana ada pesen ‘NTLDR is missing’. Ehm…wah emang nih laptop kayak apa sih?, itu yang langsung terbersit dipikiran.

    Aku tanyain mana laptopnya?, wow..ternyata masih di toko yang jual.

    Ya udah aku minta dia ambil aja buat aku lihat.

    ternyata itu laptop keluaran baru juga..Acer aspire series 4720, Aku lupa spesifikasinya tapi ada di website Acer.

    Mau gak mau dan dengan sedikit gak tega aku cobain bantu install XP -itupun harus recall memory dulu dari otak :) -, masuk ke BIOS dengan pencet F2 trus ganti boot sequence ke DVD drive.
    Ah, gak ada yang aneh. Semua terload dengan baik, tapi setelah pesan ‘Starting to windows’ dan siap-2 menginstall ke HDD. Tak tahunya HDD acer aspire 4720 tidak terdeteksi.

    Oopss…gaswat nih, ternyata ini laptop keluaran terbaru toh.
    akhirnya coba cek pake Live CD ubuntu 7.04 desktop version, ubuntu gagal untuk masuk ke menu X-nya. ada pesen error dan yang aku ingat cuman ‘initrmfs’ (ini juga gak tahu bener gak).
    pake ubuntu/kubuntu versi 64 bit juga sama aja. Akhirnya coba pake Live CD Simply Mepis 6.0.
    memang dahsyat nih Mepis, Mepis dapat masuk ke X dan bisa diinstall ke acer aspire 4720.

    Oke sampe saat ini semua oke-2 aja, terutama HDD. Nah sekarang cari informasi kenapa XP tidak dapat mendeteksi HDD-nya.
    Coba lihat-2 di CD bawaan lalptop acer aspire 4720, baca-2 dan akhirnya diketahui klo nih HDD ini pake keluaran SATA AHCI controller terbaru yaitu ‘Intel(R) 82801GBM SATA AHCI Controller (Mobile ICH8M-E/M)’

    Nah sekarang gimana caranya memasukkan driver tersebut saat instalasi XP, akhirnya pake model ‘add driver’ saat instalasi awal XP dengan menekan ‘F6′ dengan terlebih dahulu memasukkan driver tsb ke USB flash disk. Akhirnya setelah selesai meload semua driver, XP menanyakan untuk meload driver dari USB atau tidak. Otomatis dipilih untuk memilih opsi tersebut, ah sukses..HDD dapat terdeteksi dan akhirnya bisa di partisi.

    Partisi akhirnya selesai, tetapi saat mau langkah instalasi berikutnya dia minta “Intel Matrix storage Manager Driver” di drive A. Ah, gimana ini laptopnya gak ada drive A (floppy disk). Akhirnya mentok lagi.

    Googling buat solve masalah ini, akhirnya ketemu link berikut dan XP pun bisa terinstall dengan baik.

    Iseng nanyain kenapa ganti ke XP?, bukannya tuh laptop udah pake VISTA. Jawabnya ‘karena program-2 yg diinstall banyak yang bermasalah klo pake VISTA’.

    Yang pasti, terlepas dari masalah bajakan atau tidak. Aku cuman ngebantuin temen aja. walopun itu ngerjainnya dari jam 19:30 sampe jam 00:30.

  • Webcam with kopete

  • Dual-boot ‘$100 laptop’ to run XP and Linux, What for?

  • Popularity: 37% [?]



    ↑ Top