My Journal | My Journey

My Journey | My Journal


Oh ATB kasihani kami

Posted on December 02, 2007 Category Batam, Daily, Kepri

Judul posting diatas di atas ditulis dengan pengharapan yang amat sangat, bersimpuh bahkan disertai penyembahan. Apa pasal bisa seperti itu?, Weekend ini di perumahan kami air yang notabene digantungkan padanya adalah ATB mengalir dengan sangat kejam. Kejam karena mengalir seperti titik-2 air mata anak kami ketika dilarang makan permen.
Ya seperti itu mengalirnya, anda bisa membayangkan bagaimana titik-2 air itu mengalir.

Entah apakah ATB mengikuti gaya bank-bank yang seperti biasa libur di waktu sabtu dan minggu. Begitu jugakah dengan air?. Apakah ini menjadi trend tersendiri?, Kalo trend sepertinya ih tidak. Buktinya sodara produk hajat orang banyak yaitu listrik tetap saja ‘mengalir’ ke rumah-2 kami. Tak ada ‘kematian’ sedetikpun. Jadi kami bisa terhibur di weekend ini lewat TV walopun dengan menahan bau badan tubuh kami masing-masing.

Teganya kau ATB. Kenapa kau tidak beritahu kami sebelumnya kalau engkau berhenti mengalir di weekend ini?, atau koran yang kami langgani tidak masuk di daftar media massa yang masuk sebagai tempat pengumumanmu?. Ah entahlah.

Kami sudah tepati kewajiban kami dengan membayar tagihan tiap bulannya. Tetapi kenapa hak kami seret sekali didapatnya. Sedangkan kalo telat bayar tagihan, bisa-2 meteran air di depan rumah kami berpindah ke kantormu.

Kasihanilah kami ATB, kalaupun ada perbaikan mbok ya jangan pas weekend. Coba diganti waktunya pas tengah malam, dimana sebagian orang sudah terbang bersama mimpi dan tak menghiraukan air lagi. Tapi cukup sampe subuh saja perbaikan itu biar kami terlihat segar keesokan harinya. Atau mungkin kau tega dengan membiarkan kami lusuh tak bergairah bekerja karena belum mandi?.

  • Bayar Zakat di Masjid Raya Batam

  • Pulang Kampung

  • Popularity: 6% [?]


    5 Comments

    1. geblek

      ATB weekend libur mas, capek ngalir terus :)


    2. aburifqi

      ke BATU AJI saja kalau weekend, tempat kami ngalir tuh wee’…..
      mungkin nunggu sertifikat Marchelia jadi dulu baru lancar he..he


    3. Eko Prasetyo

      #geblek

      ATB boleh libur, AIRnya gak boleh libur

      #aburifqi
      ke batuAji?..yang bener aja..mosok haru ke luar kota dulu..
      udah jauh, macet, n sumpek.. :d


    4. umair

      Coba jalin hub. baik ama orang piayu,jangan..jangan..?


    5. ivan

      menurut saya ATB kalau mematikan saluran pakai skala prioritas. Yang paling banyak “kontribusi” ya lancaaar…
      Saya sendiri bingung, perumahan lain di wilayah saya jarang sekali mati. Sedangkan rumah saya Muka Kuning Paradise seperti tinggal di RULI, alias air di jatah. Jam2 tertentu hampir rutin MATI.

      Ketika saya menulis ini, (JAM 9 MALAM) di perumahan saya sudah SEJAK JAM 8 PAGI sudah mati. Bayangkan, saya yang memiliki 2 anak yang kecil2 terkadang harus menunda memandikan atau membersihkan mereka ketika buang air. Belum terbilang perabot2 kotor bertumpuk mengundang semut dan serangga lain.

      Saya terkadang heran bercampur marah dengan ATB ini, hanya karena monopoli maka seenaknya saja mereka bertindak. Orang2 ATB yang berwenangpun seperti tidak mau berupaya ambil pusing dengan masalah ini. KALAU MASALAH DARI POWER SUPPLY. YA SUDAH… SEPERTI TIDAK ADA SOLUSI. Berharap pelanggan melimpahkan kesalahan pada PLN. That’s it!

      Pelanggan adalah raja, tetapi karena monopoli setan, maka ATBnya lah sebagai raja.
      Saya hanya berandai2 jika saja water supply tidak saja dikuasai ATB, maka sistem kompetitiflah yang akan membuat RAJA ATB akan bertekuk lutut kepada pelanggan dan akan lebih berupaya memuaskan pelangganya.

      Mudah2an keluhan saya bisa sampai ke RAJA ATB, dan seandainya saja kesulitan saya dan ribuan pelanggan ATB yang diakibatkan KETIDAK BECUSAN ATB akan dirasakan juga bagi decision maker di ATB 100 KALI LIPAT!! AMIN YA ALLAH YANG MAHA MEMBALAS!


    Leave a Reply




    ↑ Top