My Journal | My Journey

My Journey | My Journal


How to share files with samba without user and password

Posted on September 21, 2008 Category Linux

Maaf kalau pakai judul bahasa Inggris, karena awalnya tutorial sederhana ini mau di tulis pakai bahasa internasional. Tetapi setelah dipikir ulang, lebih baik ditulis pakai bahasa Indonesia untuk sharing knowledge sesama anak bangsa.

Dalam tutorial ini akan ditunjukkan bagaimana samba membolehkan antar user untuk saling berbagi file dalam jaringan komputer Lokal atau LAN. Samba diset untuk tiap user bisa read dan write, jadi tidak disarankan untuk administrator yang membutuhkan previledge setiap user berbeda-beda. Nantinya user akan diperlakukan sebagai guest sehingga tidak ada prompt untuk memasukkan password.
Jadi sekali lagi, karena tidak adanya prompt untuk memasukkan user/password maka konfigurasi ini hanya diinstall di jaringan LAN yang benar-benar saling percaya antar usernya.

Banyak keuntungan jika kita saling berbagi file terutama di jaringan kantor atau yang lebih membumi lagi adalah jaringan wireless rt/rw-net seperti yang saya implementasikan saat ini. Dengan saling berbagi file tentunya akan menghemat bandwidth karena bisa jadi saat user ingin mendownload mp3 lagu terbaru sudah ada di server tapi diharamkan menyediakan file video bokep untuk di download oleh user/klien. Apalagi menyediakan foto Gadis telanjang, foto bugil gadis sma telanjang, foto gadis kampus dari situs porno atau foto-foto bugil artis telanjang. Haram itu hukumnya, apalagi di bulan yg suci ini.

Oke kita mulai tutorialnya. Untuk kali ini saya menggunakan Linux Ubuntu 7.10 sebagai samba server. Sedangkan spesifikasi komputer yang dipakai sebagai berikut;

Processors 1
Model Intel(R) Pentium(R) 4 CPU 1.80GHz
CPU Speed 1.8 GHz
Cache Size 512.00 KB
System Bogomips 3610.75
PCI Devices
- Ethernet controller: VIA Technologies, Inc. VT6102 [Rhine-II]
- Host bridge: VIA Technologies, Inc. P4M266 Host Bridge
- IDE interface: VIA Technologies, Inc. VT82C586A/B/VT82C686/A/B/VT823x/A/C PIPC Bus Master IDE
- ISA bridge: VIA Technologies, Inc. VT8235 ISA Bridge
- Multimedia audio controller: VIA Technologies, Inc. VT8233/A/8235/8237 AC97 Audio Controller
- PCI bridge: VIA Technologies, Inc. VT8633 [Apollo Pro266 AGP]
- (3x) USB Controller: VIA Technologies, Inc. VT82xxxxx UHCI USB 1.1 Controller
- VGA compatible controller: Matrox Graphics, Inc. MGA G100 [Productiva] AGP
IDE Devices
- hda: Maxtor 2F020L0 (Capacity: 19.42 GB)
- hdc: WDC WD400EB-00CPF0 (Capacity: 37.27 GB)
- hdb: ST380215A (Capacity: 74.53 GB)

sedangkan nantinya pembagian partisi HDD utama yang digunakan di hdb dimana keseluruhan space yang ada di HDD hdb digunakan sebagai tempat untuk berbagi file. Setelah dipartisi akhirnya keseluruhan HDD akan tampil sebagai berikut;

prast@simplyeko:~$ df
Filesystem 1K-blocks Used Available Use% Mounted on
/dev/hda1 19156836 712284 17471420 4% /
varrun 257592 176 257416 1% /var/run
varlock 257592 0 257592 0% /var/lock
procbususb 257592 76 257516 1% /proc/bus/usb
udev 257592 76 257516 1% /dev
devshm 257592 0 257592 0% /dev/shm
/dev/hdb1 76920416 19392244 53620764 27% /data
/dev/hdc1 38769320 180240 36635176 1% /data1

Kita install dulu sambanya, dengan asumsi instalasi ubuntu di komputer sudah selesai.

prast@simplyeko:~$sudo apt-get install samba

Karena kita akan membuat samba tanpa security, maka pastikan hanya user di LAN atau wireless LAN saja yang bisa akses ke samba. Oke, setelah samba terinstall langsung saja edit file di /etc/samba/smb.conf

Sebelumnya kita back-up dulu file smb.conf yang original.

prast@simplyeko:~$sudo cp /etc/samba/smb.conf /etc/samba/smb.conf.asli

lalu kita edit smb.conf

prast@simplyeko:~$sudo vim /etc/samba/smb.conf

gunakan saja file smb.conf saya ini sebagai contoh

[global]

workgroup = JANUS
server string = %h server (Samba, Ubuntu)
dns proxy = no
interfaces = 127.0.0.0/8 eth0
bind interfaces only = true
log file = /var/log/samba/log.%m
max log size = 1000
syslog = 0
panic action = /usr/share/samba/panic-action %d
security = share
encrypt passwords = true
passdb backend = tdbsam
obey pam restrictions = yes
guest account = nobody
invalid users = root

usershare allow guests = yes

[Data-Share]
comment = Janus File server
path = /data
browseable = yes
read only = no
guest ok = yes
create mask = 0775
directory mask = 0775

Kemudian kita test dulu konfigurasi diatas

prast@simplyeko:~$ testparm

kalau semuanya oke lalu direstart sambanya

prast@simplyeko:~$ sudo /etc/init.d/samba restart

Akhirnya sama selesai dan siap berbagi file.

note: jika direktory /data bisa diakses tapi guest tak bisa create folder atau copy file, coba di chmod 777 direktory /data nya.

  • How to Enable and Disable Ubuntu Root Password

  • BeeMp3 - Mp3 Search Engine

  • Popularity: 9% [?]


    1 Trackbacks & Pingbacks

    1. November 8, 2008 15:46

      How to upgrade to Ubuntu Linux Intrepid

    3 Comments

    1. Dev

      Wah, keren ni Mas… di windows bisa ngga???


    2. Tigis

      yg nulis ini pasti bukan orang gatek :mrgreen: tofunya smakin merangsang. Tp gue tetep milih miyabi :)

      Tigiss last blog post..Homework


    3. prast

      # Dev
      lha itu biar bisa sharing file antar linux dan windows

      #Tigis
      miyabi lover


    Leave a Reply




    ↑ Top