My Journal | My Journey

My Journey | My Journal


Linux vs Windows..sampe kapan?

Posted on September 26, 2007

Seru sekali perbincangan di email internal kerjaan antara windows vs Linux. Bahkan ada yang menyebut perbincangan tersebut sebagai debat. Dan tentunya di pihak Linux -menurut mereka- adalah diriku.

Saya tidak mengelak jika dikatakan berada disisi Linux, karena keseharian di rumah -kecuali di tempat kerja- selalu menggunakan Linux. Sebagai gambaran, di rumah ada 3 komputer;

- 1 Laptop Acer Aspire 3684 dengan Ubuntu Muslim Edition didalamnya -based on ubuntu feisty fawn-

- 1 desktop Acer P3/HDD 20GB/RAM 352Mb

- 1 server PC rakitan P3/1.2G HDD/196Mb RAM

dan juga ada wireless router WRT54GL yang tentunya firmware didalamnya sudah diganti dengan firmware dari dd-wrt.com.

Nah dengan kombinasi tersebut diatas, tentu tanpa dianalisa lebih lanjut maka saya ini adalah pengguna Linux. Yup…bener pengguna Linux rumahan tepatnya.

Semua anggota keluarga menggunakan Linux termasuk anak dan istri, dan Linux tidak membuat mereka bingung. Bahkan si kecil selalu ingin memainkan Gcompriz dan RPG game Nexuiz.

Kembali lagi ke imel kerjaan. Pada awalnya saya hanya menawarkan untuk menggunakan Linux dan tentunya dengan embel-embel ‘jika diterima alhamdulillah, jika tidak diterima juga tidak apa-apa’. Disini saya nothing to loose. Pilihan ada di tangan mereka masing-masing. Saya hanya memberitahu kalau ada alternatif lain selain Windows. Dan tentunya itu Free.

Free disini juga sudah saya jelaskan klo itu tidak sama dengan GRATIS. Free disini adalah;

- Free to use

- Free to modify

- Free to distribute

tetapi karena sudah kadung FREE itu GRATIS, jadi maunya semua gratis.

Dimulai dari minta pelatihan gratis, workshop gratis sampe CD pun gratis. bahkan klo bisa dianter ke rumah :(.

Wah..wah.. kalau kondisinya seperti ini lebih baik saya mundur. Seperti kata orang bilang ‘tak ada makan siang gratis’. Diawalpun saya telah menawarkan beberapa koleksi distro linux saya untuk di copy. Bahkan jika butuh 1-2 CD kosong untuk meng-copy, bisa saya berikan dengan cuma-cuma asal mereka ke rumah tentunya. Masak saya harus bawa semua koleksi distro saya ke tempat kerja dan disebar mirip selebaran promosi MLM?

Saya sih ketawa aja. Tapi 1 hal saya dapet. Ternyata masih harus bekerja keras untuk mengenalkan Linux ke temen-2 kerja. Walopun sudah beberapa kali saya berikan gratis CD Linux Ubuntu yang saya dapat dari shipit.

Tapi tidak semuanya seperti diatas, sudah ada beberapa temen yang mau beralih ke linux.

Juga dengan kejadian tsb diatas tidak membuat saya berhenti untuk selalu membantu dan memberikan saran jika diperlukan.

Saya jadi teringat kembali dengan ‘niat baik belum tentu hasilnya baik, niat jelek sudah pasti hasilnya jelek’

  • Speedy Down

  • Dell Mini Inspiron Laptop

  • Popularity: 7% [?]

    Share and Enjoy:
    • Digg
    • del.icio.us
    • Facebook
    • Google
    • Blogosphere News
    • LinkedIn
    • Live
    • Reddit
    • StumbleUpon
    • Technorati
    • TwitThis

    4 Comments

    1. geblek

      ya ya ya itukah urip kang. tuh ubuntu GG dah dibuka di shipit, minta yg banyak bagikan lg dg gratis di pabrik :D cd gratis cd gratis cd gratis :)


    2. Eko Prasetyo

      udah rikues ke shipit, tapi minta 2 biji aja. Dan udah di approved.


    3. aburifqi

      Mas eko aku juga udah rikues 2 cd GG dan approved. Oh ya Evolution skrg udah bisa SEND/Receive dengan lancar bahkan dengan 2 atau 3 account dari yahoo dan GMAIL.

      Thx for your support to me


    4. Eko Prasetyo

      #aburifqi

      sip..ntar dicobain lagi ya…
      utk emailnya..mantabs wes…
      and as usual..don’t hesitate to contat me.. :)


    Leave a Reply




    ↑ Top