Rasa
Getar itu ada lagi menyelusup lambat
Pelan; mengendap layakya mengintai
menyergap kesadaran imajiku tentangnya
mengisi kehadiran yang selalu
; hadir dengan ketidakhadiran
Berpegang pada dinding-dinding nurani
tegarkah? sesaat diam, tenang
Kesadaranku termakan sudah bulat-bulat
imajiku melayang nakal terbang bermanuver
menukik dan akhirnya terperangkap
terjerembab
Popularity: 7% [?]





kena angin apa nich..blog puisi yach..
kek..kek..k..
Mungkin lagi kasmaran lagi kali yak. Udah punya ZAujatul uulaa mau yang zaujatuts tsaniyah, tsalitsah, robi’ah.
Salam kenal,senang rasanya bisa berkunjung ke blog ini….saya tunggu kunjungan balik ke blog puisi saya…Thank’s